Komisi V DPR RI tekankan data cuaca akurat dan andal untuk keselamatan penerbangan. OPMET Indonesia capai 0,95/Ilustrasi: Indoragamnewscom/GeminiIndoragamnewscom, JAKARTA-Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI Edi Purwanto menegaskan pentingnya penguatan layanan meteorologi penerbangan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran transportasi udara nasional.

Hal itu disampaikannya saat memimpin kunjungan ke Stasiun Meteorologi BMKG Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (10/7/2026).
“Kunjungan ini kami lakukan untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas pendukung layanan meteorologi penerbangan. Informasi cuaca yang akurat, tepat waktu, dan andal merupakan fondasi utama dalam mendukung keselamatan, keamanan, serta efisiensi operasional penerbangan di Indonesia,” ujar Edi Purwanto.
Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta merupakan stasiun meteorologi paling lengkap di Indonesia yang berstatus sebagai Meteorological Watch Office (MWO).

Komisi V DPR RI mengapresiasi kinerja BMKG yang berhasil mempertahankan Operational Meteorological Information (OPMET) Index di atas 0,95 atau telah memenuhi standar internasional.
“Komisi V DPR RI memandang BMKG sebagai pemangku kepentingan utama dalam ekosistem meteorologi penerbangan. Kami mengapresiasi capaian BMKG, salah satunya tercermin dari nilai OPMET Indonesia yang melampaui angka 0,95. Ini menunjukkan kualitas layanan yang sangat baik,” katanya.
Meski demikian, Edi mengingatkan agar capaian tersebut terus ditingkatkan seiring semakin kompleksnya tantangan cuaca.
Ia menambahkan, Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta memiliki peran strategis karena selain melayani Bandara Soekarno-Hatta, juga berfungsi sebagai MWO Jakarta yang mengawasi sebagian besar ruang udara Indonesia, mencakup Flight Information Region (FIR) Barat Indonesia yang meliputi sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, dan sebagian Jawa.
“Fungsi Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta sangat strategis karena tidak hanya melayani kebutuhan bandara, tetapi juga mengawasi sebagian besar ruang udara Indonesia. Oleh karena itu, kami berharap berbagai peralatan utama seperti Terminal Doppler Weather Radar (TDWR), Automatic Weather Observing System (AWOS) Kategori III, radar cuaca, maupun sistem radiosonde senantiasa terpelihara dan terkalibrasi dengan baik,” ungkapnya.
Edi juga mengapresiasi integrasi data radar cuaca BMKG dengan sistem manajemen lalu lintas udara AirNav Indonesia. Menurutnya, kolaborasi tersebut mempercepat pengambilan keputusan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem.
Sepanjang tahun 2025, Bandara Soekarno-Hatta melayani sekitar 1.100 pergerakan pesawat setiap hari, atau rata-rata satu pergerakan setiap 1,3 menit, sehingga keandalan informasi meteorologi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, BMKG memegang peran vital dalam sistem layanan meteorologi penerbangan nasional melalui penyediaan berbagai informasi cuaca yang dibutuhkan dunia aviasi, mulai dari Aerodrome Warning, SIGMET untuk cuaca ekstrem, peringatan siklon tropis, hingga informasi abu vulkanik.
“Kami terus menjaga keberlangsungan pemeliharaan seluruh peralatan meteorologi agar layanan informasi cuaca penerbangan tetap andal, akurat, dan mampu mendukung keselamatan transportasi udara nasional,” ujarnya.
Edi menegaskan Komisi V DPR RI akan terus mendukung penguatan kapasitas BMKG, baik melalui dukungan anggaran, modernisasi peralatan, maupun peningkatan kualitas SDM, agar layanan meteorologi penerbangan Indonesia semakin andal dan memenuhi Standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
“Kami berharap layanan meteorologi penerbangan Indonesia ke depan tidak hanya memenuhi standar internasional, tetapi juga semakin memberikan manfaat nyata bagi keselamatan penerbangan serta mendukung pertumbuhan perekonomian nasional,” tutupnya.




