TRENDING

Okta Kumala Dewi Ingatkan Masyarakat Tak Perlu Panik Hadapi Dampak Konflik Global

3 menit membaca
Ninding Yulius Permana
News, Politik - 21 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Ketegangan geopolitik yang melibatkan kawasan Timur Tengah mulai memberi tekanan nyata terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi menilai kondisi ini perlu diantisipasi sejak dini, namun masyarakat diminta tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar.

Konflik internasional yang memengaruhi jalur distribusi energi dunia berisiko mendorong kenaikan harga minyak mentah global. Dampaknya dapat dirasakan masyarakat melalui potensi kenaikan harga bahan bakar, biaya distribusi, hingga kebutuhan pokok.

Pemerintah disebut telah menyiapkan langkah antisipatif, termasuk mendorong penghematan energi dan opsi kebijakan seperti pengurangan mobilitas hingga penerapan work from home.

“Langkah preventif menjadi penting agar dampak global tidak langsung dirasakan secara berat oleh rakyat,” ujar Okta dikutip Sabtu (21/3/2026).

Politisi Fraksi PAN itu menegaskan bahwa meskipun Indonesia tidak berada di pusat konflik, dampaknya tetap tidak bisa dihindari. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak secara berlebihan yang berpotensi menciptakan kelangkaan semu akibat distribusi tidak seimbang.

Pemerintah bersama Pertamina disebut memiliki sistem pengamanan cadangan energi nasional yang cukup solid untuk menjaga stabilitas stok .

Dari sudut pandang masyarakat, kebijakan yang disiapkan pemerintah diharapkan mampu menahan lonjakan harga dan menjaga daya beli. Meskipun dalam jangka pendek mungkin memerlukan penyesuaian, Okta menilai sikap tenang dan rasional menjadi kunci dalam menghadapi kondisi ini.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum tentu benar. Situasi global yang tidak menentu kerap diiringi spekulasi yang dapat memicu kepanikan.
“Masyarakat harus cerdas memilah informasi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu yang mengadu domba dan melemahkan persatuan,” ujarnya.

Momentum Idulfitri dinilai menjadi penguat penting bagi masyarakat untuk tetap solid. Tradisi saling memaafkan, berbagi, dan menjaga silaturahmi disebut relevan dalam menjaga ketahanan sosial di tengah tekanan global.

Okta menekankan bahwa di tengah dunia yang penuh konflik, Indonesia justru memiliki kekuatan pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya.

Lebih jauh, masyarakat diharapkan dapat melihat kebijakan pemerintah dalam konteks jangka panjang. Meski tidak semua kebijakan terasa nyaman, langkah tersebut bertujuan untuk melindungi masyarakat dari dampak yang lebih besar di masa depan.

Dengan kondisi global yang belum pasti, peran masyarakat dinilai sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional.

Jaringan Muslim Madani sebelumnya juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat ukhuwah dan solidaritas kebangsaan dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian . Direktur Eksekutif JMM Syukron Jamal menegaskan bahwa Idulfitri harus dimanfaatkan sebagai ruang rekonsiliasi sosial dan penguatan persaudaraan nasional.

Okta Kumala Dewi, yang duduk di Komisi I DPR membidangi pertahanan, hubungan luar negeri, komunikasi, dan informatika, memiliki latar belakang sebagai pengusaha di sektor distribusi alat kesehatan. Ia juga aktif menyuarakan pentingnya literasi digital untuk mencegah penyalahgunaan teknologi di tengah pesatnya perkembangan informasi.

 

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!