Operator Transportasi dan Energi Diingatkan Siaga Penuh Kawal Mudik

2 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 09 Mar 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Parlemen mempertegas urgensi kesiapan infrastruktur dan layanan publik guna mengantisipasi lonjakan pergerakan massa pada periode libur Lebaran 2026.

Fokus pengawasan diarahkan pada stabilitas pasokan energi, ketersediaan moda transportasi udara dan laut, hingga pengendalian harga tiket yang kerap mengalami fluktuasi saat beban puncak konsumsi.

Sejumlah entitas strategis seperti Pertamina, Angkasa Pura, ASDP, hingga maskapai nasional diminta melakukan mitigasi komprehensif untuk menghindari hambatan pelayanan di titik-titik krusial seperti bandara dan pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama pemudik di seluruh wilayah Indonesia.

Komisi VI DPR RI menekankan bahwa koordinasi antar otoritas terkait harus berada pada level siaga tertinggi untuk menjamin kenyamanan masyarakat selama perjalanan menuju kampung halaman.

Dalam peninjauan lapangan, terungkap bahwa maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air telah menyiapkan ratusan ribu kursi guna meredam potensi kelangkaan tiket pesawat.
“Dalam rapat dapat disimpulkan bahwa seluruh mitra yang terkait dengan mudik lebaran dapat memastikan kesiapan dengan sangat baik, Garuda Citilink dan pelita mereka sudah memastikan akan menyiapkan tiket hingga ratusan ribu,” ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid dikutip (9/3/2026).

Adapun aspek ketahanan pangan dan energi juga menjadi pilar utama dalam pemantauan kesiapan libur panjang tahun ini. Pertamina memberikan jaminan ketersediaan stok bahan bakar minyak (BBM) di jalur mudik, sementara Bulog berkomitmen mengamankan pasokan beras untuk menjaga stabilitas harga di pasar domestik.
Penegasan mengenai kesiapan armada dan logistik ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi warga yang hendak melakukan mobilitas lintas pulau menggunakan jasa Pelni maupun transportasi darat.

“Jadi intinya Pertamina, Pelni dan Bulog sudah siap mengantisipasi arus mudik dan arus balik,” imbuh Nurdin Halid.

Implementasi layanan publik yang prima menjadi parameter keberhasilan pengelolaan arus mudik yang aman, nyaman, dan tenang. Pengambil keputusan di setiap instansi diinstruksikan untuk terus memantau dinamika di lapangan secara berkala guna merespons setiap kendala teknis dengan cepat.

Melalui pengawasan ketat dari legislatif, diharapkan seluruh titik rawan kepadatan dapat terurai sehingga tradisi tahunan ini tidak terganggu oleh persoalan klasik seperti kelangkaan stok energi maupun kendala operasional armada angkutan massal.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!