Persita Pertahankan Carlos Pena, Pelatih Asal Spanyol Siap Jalani Musim Kedua Bersama Pendekar Cisadane

2 menit membaca
Gregah Nurikhsani
News, Olahraga - 12 Jul 2026

Indoragamnews, TANGERANG-Persita Tangerang tidak akan berganti pelatih menjelang musim 2026/27. Manajemen Pendekar Cisadane memutuskan untuk mempertahankan Carlos Pena, arsitek asal Spanyol yang sudah menangani tim selama satu musim dan kini siap memimpin Persita dalam babak berikutnya.

Keputusan itu diumumkan langsung oleh Persita melalui akun media sosial resmi klub. “Carlos Pena tetap bersama kami. Pelatih kami siap menjalani musim keduanya bersama kami,” demikian pernyataan resmi Persita yang langsung disambut antusias para pendukung klub.

Musim pertama Pena bersama Persita di BRI Super League 2025/26 berjalan dengan naik turun. Ia membawa Pendekar Cisadane finis di posisi kesepuluh dengan catatan 13 kemenangan, enam imbang, dan 15 kekalahan sepanjang kompetisi, hasil yang cukup untuk membuat manajemen mempercayainya melanjutkan proyek pembangunan tim.

Musim depan akan menjadi musim ketiga Pena berkarier di sepak bola Indonesia. Sebelum bergabung dengan Persita, ia lebih dulu menangani Persija Jakarta selama semusim pada 2024/25, sempat membawa Macan Kemayoran bercokol di dua besar sebelum perlahan turun dan mengakhiri musim di posisi ketujuh.

Pena adalah nama yang relatif baru di dunia kepelatihan level senior. Ia baru memulai kiprahnya sebagai pelatih tim senior pada 2022 ketika ditunjuk memimpin FC Goa di Liga India, mencatat sepuluh kemenangan dari 23 pertandingan sebelum melanjutkan perjalanan ke Thailand bersama Ratchaburi FC.

Di Ratchaburi, pelatih berusia 42 tahun itu meraih 14 kemenangan meski juga menelan enam imbang dan 15 kekalahan. Rekam jejak itu memperlihatkan bahwa Pena adalah pelatih yang masih dalam proses membangun reputasinya, namun sudah cukup meyakinkan untuk terus dipercaya oleh klub-klub yang ingin berkembang bersama seorang pelatih yang berambisi.

Bagi Persita, keputusan mempertahankan Pena adalah sinyal bahwa manajemen lebih memilih kesinambungan ketimbang perubahan. Musim kedua seorang pelatih bersama satu klub biasanya menjadi tolok ukur sesungguhnya dari kemampuannya, ketika ia sudah benar-benar memahami karakter skuad dan tidak lagi butuh waktu untuk beradaptasi.

Tantangan Pena di musim 2026/27 jelas lebih berat dari sebelumnya. Dengan ekspektasi yang sudah lebih tinggi setelah satu musim bersama, Pendekar Cisadane dan seluruh pendukungnya tentu berharap hasil yang lebih baik dari sekadar finis di posisi kesepuluh.

Bagikan Disalin

IKLAN

INSTAGRAM

2 months ago
2 months ago
2 months ago
3 months ago
3 months ago

x
x
CLOSE ADS