Dinas PPPA dan PMD Provinsi Gorontalo melakukan pendampingan ke masyarakat/Foto: Humas PPIDIndoragamnewscom, GORONTALO-Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Gorontalo terus memperlihatkan konsistensi dalam menjalankan tugas pendampingan bagi korban perempuan dan anak.

Komitmen itu tidak surut meski terjadi penataan kelembagaan pemda, di mana Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) kini secara resmi bergabung ke dalam struktur Dinas PPPA, sehingga membentuk Dinas PPPA dan PMD yang baru.
Kepala Dinas PPPA dan PMD Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman, menegaskan pelayanan perlindungan kelompok rentan tetap berjalan secara profesional dan penuh dedikasi.
“Tanpa mengenal keterbatasan anggaran, jajaran Dinas PPPA tetap bekerja secara profesional dan penuh dedikasi, khususnya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang membutuhkan respons cepat, pendampingan, serta perlindungan berkelanjutan,” ujarnya pada Kamis (15/1/2026).

Bukti nyata layanan itu terlihat dari pendampingan yang diberikan kepada korban kekerasan di Kabupaten Gorontalo Utara dan Bone Bolango pada akhir Desember 2025 dan awal Januari 2026.
Integrasi kelembagaan itu selaras dengan visi-misi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah yang menjadikan perlindungan kelompok rentan, penguatan nilai kemanusiaan, serta pelayanan publik yang berkeadilan sebagai prioritas.
Sinergi baru antara program pemberdayaan masyarakat dan perlindungan perempuan-anak diharapkan mampu memperkuat jejaring layanan hingga ke tingkat desa.
Memasuki awal 2026, tim dari Bidang Perlindungan Perempuan (PP) dan Bidang Perlindungan Khusus Anak (PKA) telah aktif turun ke lapangan.
Mereka tidak hanya memberikan pendampingan langsung, tetapi juga memperkuat koordinasi lintas sektor untuk penanganan kasus yang lebih komprehensif.
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui dinas yang telah bergabung ini menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Gorontalo yang aman, ramah perempuan dan anak, serta berkeadilan sosial.






