TRENDING

Sanggraloka Ubud: Ketika Kemewahan Kembali Menyatu dengan Alam Bali

2 menit membaca
Narendra Wicaksono
News, Wisata - 11 Des 2025

Indoragamnewscom, GIANYAR– Di tengah upaya pemulihan pariwisata Bali pasca pandemi Covid-19 yang terus berkembang pesat di desa Brasela, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali lahir sebuah resort mewah, yakni Sanggraloka.

Berdiri di atas lahan seluas 3 hektar dengan vegetasi utama berupa lembah dengan sungai dan air terjun setinggi 2,5 meter. Resort mewah dengan fasilitas utama 24 Deluxe Suites Room dan 18 Premier Suites Room menjadi andalan Sanggraloka dalam pasar Luxury Resort di kawasan Ubud.

Menginap di Sanggraloka bukan hanya tentang mendapatkan fasilitas mewah tetapi para tamu akan diajak menikmati inti dari budaya dan alam Bali dengan berbaur dengan alam dan tanah yang subur ditunjang berbagai aktivitas yang lekat dengan budaya Bali seperti melukat disungai dekat air terjun, merasakan pengalaman menjadi petani di organic farm, latihan yoga, meditasi, dan terapi sound bathing.

Sanggraloka Ubud sebagai destinasi selaras dengan preferensi wisatawan yang semakin mencari pengalaman eco-luxury dan wellness retreat berbasis budaya.

Di mana Indonesia mencatat 11,43 juta kunjungan wisatawan mancanegara dari Januari hingga September 2025, tumbuh 10,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dan diproyeksikan menembus 14-15 juta kunjungan pada akhir tahun.

“Bali menyumbang sekitar 5,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada periode tersebut yang kian menegaskan posisinya sebagai episentrum pariwisata nasional,” ujar I Wayan Lanus, Direktur dan Partner Sanggraloka Ubud,  Kamis (11/12/2025)

Wayan menjelaskan, dari laporan Booking Sustainable Travel Report 2024 menunjukkan semakin banyak wisatawan global yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan, memilih perjalanan yang lebih dekat dengan alam, serta mencari pengalaman yang autentik dan berdampak positif bagi komunitas lokal, termasuk di segmen luxury traveler.

“Kami percaya bahwa pariwisata tidak harus memilih antara pertumbuhan dan keberlanjutan. Bisnis kami menjaga alam dan budaya yang memantik tamu, nilai ekonomi lebih kuat, dan hubungan jangka panjang dengan komunitas. Tujuannya ekosistem yang menyehatkan tanah, memberdayakan masyarakat, dan menjaga warisan Bali tetap hidup,” ujar dia.

Ia berharap, masyarakat lokal bisa berpartisipasi hingga 70 persen tenaga kerja yang berasal dari desa Bresela dan Payangan. Pelatihan pelayanan pariwisata berbasis budaya dan praktik ramah lingkungan yang diprioritaskan dari komunitas sekitar meliputi petani, perajin, dan pemandu budaya.

Menurutnya, di tengah transformasi industri pariwisata yang menuntut diferensiasi dan tanggung jawab, Sanggraloka Ubud hadir sebagai luxury resort pilihan terbaik di Bali yang berkembang tanpa melepaskan akarnya pada komunitas dan lingkungan yang mendukungnya.

l”Perputaran ekonomi lokal bisa diproyeksikan mencapai Rp 1,2 miliar hingga Rp 1,6 miliar per tahun saat resort mencapai kapasitas penuh,” ungkap dia.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

4 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!