Pencetak gol tunggal kemenangan Persebaya atas PSM, Gali Freitas dikepung para pemain PSM/Foto: Media PersebayaIndoragamnewscom, SURABAYA-Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menyoroti akurasi tembakan Persebaya meski timnya meraih kemenangan 1-0 atas PSM Makassar pada pekan ke-23 BRI Super League di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu malam (25/2/2026).

Dari sekitar 20 percobaan yang dilepaskan, hanya tiga yang tepat sasaran. Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Tavares menyatakan,
“Saya rasa total ada sekitar 20 tembakan, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran, tetapi saya bersyukur mereka (pemain) masih membuat banyak peluang.” ujarnya.
Ia mengakui timnya mendominasi permainan, khususnya pada babak pertama. Kendati demikian, efektivitas penyelesaian akhir menjadi aspek yang menurutnya perlu segera dievaluasi.

“Hal tersulit dalam sepak bola adalah menciptakan peluang. Hari ini kami menciptakan banyak, tetapi ke depan saat menembak bola, akurasi harus ditingkatkan,” tuturnya.
Selain soal akurasi, Tavares menyinggung pengambilan keputusan pemain yang dinilai kerap tergesa mengirim umpan lambung. Evaluasi atas aspek tersebut, menurut dia, dilakukan melalui pertemuan individual dengan sejumlah pemain.
Adapun kualitas lapangan pada laga tersebut dinilai mendukung pengembangan permainan bola bawah. Ia juga menekankan pentingnya variasi pola serangan, baik melalui umpan pendek, umpan panjang, maupun perpindahan sisi permainan.
Di tengah keterbatasan akibat cedera sejumlah pemain, Tavares tetap membuka ruang bagi pemain muda. Ia menegaskan komposisi tim tidak ditentukan oleh faktor usia, melainkan sikap dan performa di lapangan.
“Bagi saya, saya bisa memainkan pemain usia 16 sampai 18 tahun atau 35 sampai 36 tahun. Siapa yang menunjukkan sikap dan perilaku terbaik, dia yang main,” ujarnya.
Sementara itu, pencetak gol kemenangan sekaligus man of the match, Gali Freitas, menyampaikan apresiasinya atas dukungan suporter.
“Saya ingin berterima kasih kepada Bonek dan Bonita atas dukungannya malam hari ini, dan juga untuk kerja keras rekan-rekan pemain semua. Kita bersyukur bisa meraih tiga poin,” kata pemain asal Timor Leste itu.
Gali menyatakan terus berupaya meningkatkan kualitas individu melalui latihan tambahan serta komunikasi intensif dengan pelatih dan rekan setim.
“Terkadang saya berkata pada diri sendiri saya harus lebih baik dari yang lain, baik dalam posisi, menahan bola, atau long pass,” ucapnya.
“Saya juga berterima kasih kepada pelatih yang selalu melakukan pertemuan individual untuk membantu pemain menjadi lebih baik di lapangan,” tuturnya.






