Ilustrasi berbagai jenis makanan takjil tidak sehat dan kebiasaan tidur setelah sahur yang harus dihindari/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom-Menjalankan ibadah di bulan Ramadan menuntut kondisi fisik yang prima agar seluruh amalan dapat terlaksana secara optimal. Namun, sering kali masyarakat mengabaikan pola hidup sehat dan terjebak dalam berbagai kebiasaan buruk saat puasa yang justru memicu gangguan kesehatan.

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan adalah melewatkan waktu sahur. Padahal, sahur berfungsi sebagai fondasi energi dan hidrasi tubuh untuk bertahan selama hampir 14 jam.
Tanpa asupan nutrisi di pagi buta, tubuh akan terasa lemas, tidak bersemangat, hingga meningkatkan risiko jatuh sakit akibat kekosongan energi yang berkepanjangan.
Selain melewatkan sahur, kebiasaan meminum air putih secara berlebihan dalam satu waktu saat sahur juga tidak disarankan. Konsumsi air yang melampaui kapasitas dalam waktu singkat justru memicu frekuensi buang air kecil yang lebih sering, sehingga tubuh lebih cepat merasa haus di siang hari.

Pola hidrasi yang benar seharusnya dibagi secara merata antara waktu berbuka hingga menjelang imsak. Kesalahan lain yang menjadi rahasia umum namun tetap sering dilakukan adalah langsung tidur setelah sahur.
Kebiasaan ini sangat berisiko meningkatkan asam lambung atau GERD karena proses pencernaan yang tidak berjalan sempurna saat posisi tubuh berbaring.
Banyak orang juga menyalahartikan pernyataan bahwa tidur saat puasa adalah ibadah dengan memilih tidur seharian penuh. Padahal, tidur terlalu lama justru menurunkan metabolisme dan membuat tubuh semakin lunglai.
Kondisi serupa terjadi saat waktu berbuka tiba, di mana muncul kecenderungan “balas dendam” dengan makan berlebihan. Mengonsumsi makanan dalam porsi besar secara mendadak akan mengejutkan sistem pencernaan, meningkatkan asam lambung, serta menimbulkan rasa mual yang mengganggu kenyamanan beribadah di malam hari.
Pilihan menu takjil juga kerap menjadi sumber masalah kesehatan. Konsumsi gorengan dan makanan manis yang mengandung lemak jenuh tinggi secara rutin dapat mengancam kesehatan jantung dan meningkatkan kadar kolesterol.
Hal ini diperparah dengan kurangnya asupan buah dan sayur yang merupakan sumber vitamin serta mineral penting untuk menjaga sistem imun.
Selain itu, kebiasaan langsung meminum teh saat berbuka harus dihindari karena kandungan dalam teh dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi. Disarankan memberi jeda sekitar dua jam setelah makan sebelum mengonsumsi teh.
Aktivitas fisik tetap diperlukan selama Ramadan, namun pemilihan waktu yang salah seperti berolahraga tepat setelah berbuka puasa dapat membahayakan sistem pencernaan.
Waktu olahraga terbaik adalah sesaat sebelum berbuka atau setelah sahur dengan intensitas ringan. Terakhir, kebiasaan begadang harus segera dihentikan karena jam tidur sudah berkurang untuk keperluan sahur.
Kurang tidur secara konsisten akan melemahkan sistem kekebalan tubuh dan mengganggu konsentrasi. Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan negatif tersebut, kebugaran tubuh dapat tetap terjaga sehingga ibadah puasa berjalan lancar hingga hari kemenangan tiba.







Tidak ada komentar