Buncis, Si Hijau yang Kerap Diremehkan

2 menit membaca
Padilah Rahayu
Ragam - 13 Mei 2026

Indoragamnewscom-Di balik penampilannya yang sederhana, buncis menyimpan zat gizi yang tak main-main. Sayuran polong dari Amerika Tengah dan Selatan ini keburu dianggap sekadar pelengkap warna di piring.

Padahal dalam 100 gram buncis mentah, terdapat air 90,32 gram, energi 31 kkal, protein 1,83 gram, serta 6,97 gram karbohidrat . Kandungan seratnya mencapai 2,7 gram. Untuk mineral, ada 37 mg kalsium, 38 mg fosfor, 25 mg magnesium, dan 211 mg kalium.

Buncis juga kaya vitamin C, vitamin K, folat, dan zat besi . Vitamin C-nya sekitar 12,2 mg per 100 gram, vitamin K 43 mcg . Rendah lemak dan tanpa kolesterol. Porsi inilah yang membuat buncis kerap disebut makanan super.

Manfaat Buncis untuk Kesehatan

Kandungan serat larut dalam buncis membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dalam darah . Serat ini memperlambat penyerapan gula, mencegah lonjakan glukosa yang berbahaya bagi penderita diabetes tipe 2.

Sebuah penelitian dari Universitas Jember menunjukkan pengaruh terapi herbal buncis dalam menormalkan kadar gula darah. Ditambah flavonoid dan antioksidan, buncis juga mencegah pembekuan darah yang bisa memicu stroke atau serangan jantung.

Serat dalam buncis juga membantu melancarkan buang air besar dan menyehatkan usus . Dengan kandungan FODMAP rendah, buncis mudah dicerna bahkan bagi mereka yang punya gangguan pencernaan kronis.

Buncis rendah kalori tapi mengenyangkan. Kandungan serat dan protein nabati memberi efek kenyang lebih lama. Cocok untuk mereka yang sedang mengatur berat badan.

Buncis mengandung lutein dan zeaxanthin, dua antioksidan yang melindungi retina dari degenerasi makula dan katarak. Vitamin K, kalsium, dan magnesium menjaga kepadatan tulang serta mencegah osteoporosis.

Kandungan zat besi dan folat dalam buncis berperan dalam produksi sel darah merah . Sedangkan vitamin C dan antioksidan memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan infeksi.

Jangan lupakan asam folat. Zat ini penting untuk ibu hamil—membantu pertumbuhan otak dan sumsum tulang belakang janin, sekaligus menurunkan risiko kelainan lahir.

Flavonoid dan beta-karoten dalam buncis melawan radikal bebas penyebab kanker. Studi menunjukkan kadar zat besi berlebih dalam darah berkaitan dengan peningkatan risiko kanker usus besar dan hati.

Buncis aman dikonsumsi rutin. Namun bagi penderita asam urat, konsultasikan dulu ke dokter karena buncis mengandung purin dalam jumlah sedang.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

6 days ago
2 weeks ago
1 month ago
1 month ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!