Komisi V DPR wacanakan Panja Keselamatan Transportasi Nasional buntut rentetan kecelakaan di udara, darat, dan laut. Evaluasi akan mencakup teknis hingga tata kelola/Ilustrasi: IndoragamnewscomIndoragamnewscom, JAKARTA-Rentetan kecelakaan yang terjadi pada moda udara, darat, dan laut mendorong Komisi V DPR RI mempertimbangkan pembentukan Panitia Kerja (Panja) Keselamatan Transportasi Nasional.

Langkah ini dinilai penting untuk mengurai akar masalah yang tidak bisa dipandang sebagai kasus berdiri sendiri.
Anggota Komisi V DPR RI Saadiah Uluputty menyatakan bahwa meningkatnya insiden transportasi menunjukkan adanya persoalan mendasar yang melibatkan berbagai faktor saling kait-mengait.
“Ini sudah menjadi fakta bahwa terjadi hal-hal yang di luar prediksi, dan ada beberapa faktor yang saling kait-mengait. Karena itu, kami mempertimbangkan apakah perlu dibentuk Panja khusus agar pembahasannya lebih mendalam,” ujar Saadiah di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta dikutip Rabu (13/5/2026).

Jika Panja resmi dibentuk, Komisi V berencana mengundang sejumlah mitra kerja. Mulai dari Kementerian Perhubungan, AirNav Indonesia, hingga instansi terkait infrastruktur dan pengawasan transportasi. Evaluasi tidak hanya menyasar aspek teknis, tetapi juga tata kelola, koordinasi lintas sektor, dan efektivitas mitigasi risiko.
“Ini harus menjadi perhatian serius Komisi V. Kita ingin memastikan bahwa semua moda transportasi, baik udara, darat, maupun laut, benar-benar aman bagi masyarakat,” tegas politisi Fraksi PKS tersebut.
Selain pembentukan Panja, Komisi V juga bakal mengagendakan rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan mitra kerja. Jika diperlukan, investigasi lapangan menjadi opsi berikutnya untuk memastikan rekomendasi kebijakan yang konkret.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan transportasi nasional semakin aman, andal, dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat,” pungkas Saadiah.







Tidak ada komentar