Wakil Ketua DPR Sari Yuliati jenguk korban penyekapan Yuvita di RSHS Bandung, pastikan pemulihan fisik dan psikologis didukung penuh negara/Foto: Humas DPR RIIndoragamnewscom, BANDUNG-Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung untuk memastikan negara hadir dalam proses pemulihan Yuvita, korban penyekapan yang masih menjalani perawatan intensif.

Kunjungan ini dilakukan pada Jumat (3/7/2026) dan diterima langsung oleh manajemen rumah sakit serta keluarga korban .
“Kami semua berkonsentrasi kepada korban. Soal pelaku sudah menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Tugas kami adalah memastikan Yuvita mendapatkan pendampingan dan pemulihan terbaik, baik secara fisik maupun psikologis,” tutur Sari saat ditemui di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Kota Bandung, Jawa Barat.
Ia tidak menemui Yuvita secara langsung demi menghormati prosedur medis. Korban masih membutuhkan perawatan dalam kondisi steril dan ketenangan agar proses penyembuhan berjalan maksimal.

“Saya hanya bertemu dengan keluarga korban. Saya tidak ingin mengganggu proses penyembuhan karena itu merupakan bagian penting dari terapi medis,” ungkapnya.
Proses pemulihan fisik korban membutuhkan waktu panjang. Yuvita akan menjalani serangkaian operasi rekonstruksi, termasuk operasi struktur tulang rahang, bedah plastik, hingga rehabilitasi psikologis secara bertahap.
“Proses perbaikan fisiknya membutuhkan waktu panjang. Akan ada beberapa tahapan operasi yang harus dijalani. Karena itu, seluruh pihak harus bergotong royong memberikan dukungan agar korban benar-benar dapat pulih dan kembali menjalani kehidupannya dengan baik,” tuturnya.
Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS Bandung, Dr. Fitra Hergyana, menyampaikan apresiasi atas perhatian DPR terhadap kondisi korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati yang telah hadir di Rumah Sakit Hasan Sadikin dan bertemu dengan keluarga korban. Dukungan seperti ini menjadi semangat bagi kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” ujarnya.
RSHS telah membentuk tim multidisiplin yang terdiri dari sekitar 40 dokter dari berbagai bidang keahlian untuk menangani Yuvita secara komprehensif.
“Kami membentuk tim yang terdiri dari dokter bedah plastik, bedah mulut dan rahang, dokter mata, dokter rehabilitasi medik hingga psikiater. Semua bekerja secara terpadu agar pasien mendapatkan penanganan yang maksimal. Harapan kami, Yuvita dapat pulih dan nantinya kembali beraktivitas seperti sediakala,” jelasnya.
Kondisi korban menunjukkan kemajuan signifikan.
“Alhamdulillah kondisi pasien saat ini terus membaik. Korban sudah bisa makan, duduk, dan mengobrol dengan baik. Saat ini kami tinggal mempersiapkan tahapan operasi lanjutan sesuai rencana medis yang telah disusun,” imbuhnya.
Sari menyampaikan pesan kepada seluruh perempuan Indonesia agar tidak ragu melapor apabila mengalami atau menemukan indikasi tindak kekerasan maupun penyekapan.
“Jangan memendam sendiri. Apabila ada tanda-tanda atau mengalami kejadian serupa segera berbicara kepada keluarga, orang terdekat, atau pihak yang berwenang. Jangan sampai kasus seperti ini terlambat ditangani sehingga menimbulkan dampak yang jauh lebih berat,” pungkas Sari.




