TRENDING

H-2 Lebaran, Sopir dan Penjual Nasi di Terminal Garut Keluhkan Sepi Penumpang

2 menit membaca
Nandang Permana
Daerah, News - 18 Mar 2026

Indoragamnewscom, GARUT-Menjelang Lebaran, semestinya denyut nadi transportasi umum di Terminal Tipe A Guntur, Garut, berdetak kencang.

Namun, dua hari menuju Idulfitri 1447 H, hiruk-pikuk yang dinanti tak kunjung tiba. Para sopir elf dan pedagang di sana hanya bisa pasrah menanti rezeki di tengah sunyinya terminal.

Seharian duduk di kursi pengemudi atau bersandar di badan kendaraan menjadi pemandangan biasa. Ipin Supriyanto, sopir elf jurusan Pameungpeuk, mengakui penghasilannya anjlok.

Ia hanya bisa menjalankan kendaraannya sekali sehari, padahal di musim mudik biasanya setoran bisa berlipat. Ipin menuding maraknya travel ilegal dan mudik gratis sebagai biang kerok sepinya penumpang.

“Sepi banget sudah beberapa tahun ini, apalagi tahun ini. Mungkin karena faktor ekonomya. Saya jalan pun hanya satu kali saja satu hari,” keluh Ipin saat ditemui Indoragamnewscom di Terminal Guntur, Rabu (18/3/2026) malam.

Dengan nada lelah, ia bercerita bagaimana kendaraan travel gelap leluasa menjemput penumpang dari luar kota hingga ke pelosok tanpa izin.

“Kami ini kan mengangkut penumpang itu ada izinnya,” ujarnya, menyisakan harap pada petugas untuk menertibkan para pelanggar.

Sunyi yang sama merasuki sudut-sudut terminal tempat para pedagang biasa mengais untung. Fitri Nur, yang sehari-hari membuka lapak nasi bungkus, termenung di depan gerobaknya.

Padahal, tahun sebelumnya, momen H-2 Lebaran adalah masa keemasan di mana dagangannya ludes terjual. Kini, pendapatannya merosot 40 persen.

“Sekarang mah sepi, masakan dari pagi saja sampai malam ini belum habis. Beda dengan tahun sebelumnya, bisa masak sampai tiga kali sehari,” tutur Fitri lirih.

Dia tak paham betul apa penyebab utama sepinya pembeli, namun yang jelas harapannya untuk mendapatkan keuntungan berlipat di musim mudik tahun ini pupus sudah. Hingga petang, hanya segelintir pemudik yang terlihat turun dari bus, kontras dengan semangat Lebaran yang biasanya membuncah di tempat ini.

Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Garut mencatat, hingga sore hari pukul 16.00 WIB, jumlah penumpang datang mencapai 1.924 orang. Namun, angka itu tak serta-merta menggerakkan roda perekonomian di dalam terminal.

Pantauan hingga pukul 20.00 WIB, beberapa bus dari luar kota tetap berdatangan, sebagian besar hanya dengan kursi penumpang yang renggang.

Bagikan Disalin

IKLAN

IKLAN

IKLAN

Trending Harian

INSTAGRAM

3 days ago
3 weeks ago
3 weeks ago
2 months ago
2 months ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!