Sinergi di Kampung Ilmu: Saat Perempuan Jadi “CEO” Gizi di Rumah Sendiri

2 menit membaca
Ninding Yulius Permana
Nasional, News - 04 Feb 2026

Indragamnewscom, JAKARTA-Ada pemandangan menarik di Kampung Ilmu, Desa Cisarua, Purwakarta. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, bersama Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, baru saja turun ke lapangan untuk melihat langsung bagaimana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan.

Bukan cuma soal bagi-bagi piring makanan, kunjungan ini membongkar misi yang lebih besar yaitu menjadikan perempuan sebagai manajer gizi yang tangguh di keluarga masing-masing.

Menu Lokal Jadi Senjata Utama

Menteri Arifah menegaskan kalau kunci sukses gizi nasional itu bukan dari bahan impor, melainkan dari apa yang ada di pekarangan rumah. Menurutnya, tiap daerah punya “harta karun” pangannya sendiri.

“Fokus utama kami adalah meningkatkan pemahaman perempuan sebagai manajer dalam keluarga, khususnya dalam pemenuhan gizi berbasis kearifan lokal. Setiap daerah memiliki potensi pangan lokal yang berbeda, sehingga menu MBG harus berangkat dari kearifan lokal masing-masing,” ujar Arifah Fauzi (2/2/2026).

Arifah bermimpi ke depan, desa-desa di Indonesia punya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sendiri. Jadi, cabai, sayur, dan lauk nggak perlu beli jauh-jauh ke kota, tapi cukup dipasok dari hasil kebun warga desa.

Gizi Gratis, Lapangan Kerja Terbuka

Ternyata, Program MBG ini punya efek domino yang luar biasa buat ekonomi perempuan. Florencio Mario Vieira dari Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan fakta mengejutkan: sekitar 90 persen tenaga kerja di SPPG adalah perempuan. Artinya, lebih dari satu juta perempuan di seluruh Indonesia kini punya peran baru.

Namun, Mario mengakui tantangan terbesarnya ada di rantai pasok.

“Tantangan terbesar ke depan adalah rantai pasok, karena kualitas dan kesegaran pangan sangat penting agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” jelas Mario.

Ia juga menyoroti perlunya edukasi sosial agar pemberdayaan ini tidak menimbulkan gesekan atau kecemburuan dalam relasi keluarga.

Maluku Utara Siap Jadi Pilot Project

Semangat ini pun menular hingga ke wilayah timur. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang ikut dalam rombongan, langsung “curhat” soal potensi di daerahnya. Ia ingin mengintegrasikan SMK dengan ekosistem MBG.

“Saya membayangkan adanya SMK terintegrasi yang menggabungkan pendidikan, dapur MBG, ekosistem pemberdayaan perempuan, pemeriksaan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi,” kata Sherly.

Bagi Sherly, lahan dan anggaran bukan masalah utama di Maluku Utara, melainkan pendampingan SDM agar semua potensi itu bisa “meledak” dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.

Mengapa Ini Penting?

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih jadi PR besar. Keterbatasan akses kesehatan dan kurangnya literasi gizi adalah musuh utamanya.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis yang dikelola oleh komunitas desa, pemerintah optimis bisa menekan angka-angka miris tersebut sambil sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!