Zona Merah Dead City, adaptasi serial zombie Indonesia, dibawa Barunson E&A (Parasite) ke Cannes Film Market 2026. Target pasar global/Foto: IstimewaIndoragamnewscom-Lima belas episode. Tiga puluh empat juta tayangan. Satu kota fiktif bernama Rimbalaya yang dilumat wabah mayat hidup. Serial Zona Merah dari Vidio itu kini melebar ke layar lebar. Judulnya: Zona Merah: Dead City.

Produksi Screenplay Films berkolaborasi dengan Barunson E&A, rumah produksi asal Korea Selatan yang membesut Parasite pemenang Oscar.
Film ini akan pertama kali dipresentasikan ke pembeli global di Cannes Film Market 2026 . Bukan tanpa alasan. CEO Barunson E&A, Yoonhee Choi, melihat momentum. “Peta genre film Indonesia sedang memasuki fase perubahan besar,” katanya dalam pernyataan resmi.
Penonton disebutnya makin berani, kreator mendorong batasan, dan cerita dari pasar ini kian bergema global.

CEO Screenplay Films Wicky V. Olindo mengatakan ekspansi ke film panjang adalah progres alami.
“Zona Merah menunjukkan kepada kita apa yang mungkin terjadi ketika sebuah cerita benar-benar terhubung dengan audiensnya, jenis koneksi yang melampaui satu format tunggal.” ujarnya.
Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa—kreator asli serial—kembali duduk di kursi sutradara. Tata juga menulis naskah. Santosa mengawasi kesinambungan cerita. Versi film dibuat lebih gelap dan ambisius. Sebuah kota lain jatuh. Zona merah baru muncul. Taruhannya lebih tinggi.
Pemain lama seperti Aghniny Haque, Andri Mashadi, Maria Theodore, Devano Danendra, dan Lukman Sardi kembali. Wajah baru turut meramaikan: Luna Maya, Bryan Domani, Shindy Huang, Myesha Lin, dan Derby Romero. Proses syuting berlangsung sejak 7 April hingga Mei 2026.
Di Cannes, film ini akan bersanding dengan Inherit, horor terbaru sutradara Thailand Banjong Pisanthanakun (Shutter), serta Ghost in the Cell garapan Joko Anwar yang juga dijual Barunson.
Wabah di Rimbalaya berawal dari pencarian Maya akan adiknya, Adi, sebelum kawasan itu ditutup pemerintah. Kini, kata CEO Barunson, Cannes adalah panggung yang tepat. “Zona Merah was an early signal of that shift,” kata Yoonhee Choi, “and Zona Merah: Dead City takes it further”.




Tidak ada komentar