Gubernur Jabar Dedi Mulyadi./Foto: Humas Pemprov JabarIndoragamnewscom, BANDUNG-Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memerintahkan jajaran kesehatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap potensi penyebaran Hantavirus.

Instruksi ini disampaikan usai Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Gedung Sate. Respons cepat, tegasnya, adalah harga mati agar penyakit yang ditularkan melalui tikus ini tidak meluas.
“Pokoknya setiap gejala apa pun yang mengancam kesehatan warga Jabar, kita harus cepat mengambil keputusan, mengambil tindakan, dan melakukan pencegahan. Respons cepat adalah kunci utama agar penyakit tidak menyebar lebih luas,” tegas Dedi dikutip Rabu (13/5/2026).
Selain kecepatan, Dedi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor. Sinergi antar instansi sangat diperlukan agar pemantauan dan penanganan bisa berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput. Dinas Kesehatan Jabar, menurut Dedi, akan merilis penjelasan teknis secara rinci menyusul instruksi ini.

“Dinkes Jabar dan tim teknis nanti yang akan menjelaskan secara lengkap kepada masyarakat,” tandasnya.
Sebagai informasi, Hantavirus adalah zoonosis yang berasal dari hewan pengerat. Provinsi Jawa Barat sebelumnya sudah pernah mencatat kasus konfirmasi pada tahun 2024. Pemicu utama penularan biasanya adalah paparan debu atau kotoran yang terkontaminasi urine, feses, atau air liur tikus.







Tidak ada komentar