Ilustrasi Sihir/Foto: IstimewaIndoragamnewscom-Ancaman sihir dan gangguan gaib akibat kebencian seringkali mengintai tanpa disadari. Namun, jangan khawatir, ada rahasia “pagar gaib” tingkat tinggi yang dibagikan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu, KH Sujadi.

Ijazah amalan ini bersambung dari guru-guru besar seperti KH Muntaha Kalibeber hingga Kiai Dimiyati, khusus untuk membentengi diri dari niat jahat orang lain.
Teknik Membaca Ayat Kursi di Luar Ruangan
Berbeda dengan dzikir biasa, amalan ini dilakukan di luar ruangan pada malam hari dengan metode 7 arah mata angin. Berikut tata caranya menggunakan Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255):

1.Barat: Hadap ke barat, baca 7 kali.
2.Selatan: Hadap ke selatan, baca 7 kali.
3.Timur: Hadap ke timur, baca 7 kali.
4.Utara: Hadap ke utara, baca 7 kali.
Barat (Lagi): Kembali hadap ke barat, baca 7 kali.
5.Atas dan Bawah: Hadap ke atas baca 7 kali, dan ke arah bawah baca 7 kali.
“Sampai ayat ‘wa laa yauuduhuu khifduhumaa’ diulang tujuh kali,” jelas KH Sujadi, Pengasuh Pesantren Nurul Ummah Pagelaran.
Senjata Makan Tuan bagi Pengirim Sihir
Kiai Sujadi menegaskan bahwa amalan ini bukan sekadar pelindung, melainkan memiliki efek “pantulan” yang luar biasa bagi mereka yang berniat buruk.
“Apa saja sihir yang dikirimkan untuk mencelakakan kita akan dibalikkan kepada siapa saja yang ingin berbuat jahat kepada kita,” tambahnya.
Kenapa Harus Malam Hari?
Waktu malam dipilih karena adanya Malaikat Safar yang turun ke bumi. Rombongan malaikat ini bertugas mencari hamba yang berdzikir dan melaporkannya langsung kepada Allah SWT.
Malam hari disebut sebagai waktu paling indah untuk “bercengkrama” dengan Sang Pencipta dan para kekasih-Nya.







Tidak ada komentar