Pemkab Lumajang percepat pemasangan CCTV dan penerangan jalan umum di seluruh dusun. Progres Sukodono capai 80 persen, ditarget tuntas pertengahan Juni 2026/Foto: Media Center LumajangIndoragamnewscom, LUMAJANG-Pemerintah Kabupaten Lumajang mempercepat pemasangan kamera pengawas dan penerangan jalan umum di seluruh dusun. Program ini ditargetkan rampuh pada Juni 2026.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menegaskan bahwa pemanfaatan Dana Dusun harus diarahkan secara tepat. Prioritasnya: pemasangan CCTV, PJU, penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), serta dukungan operasional perlindungan masyarakat (linmas).
“Program ini harus benar-benar tuntas dan memberi manfaat nyata. Dana dusun harus diarahkan untuk memperkuat keamanan lingkungan secara sistematis,” ujar Indah di Kecamatan Sukodono dikutip Kamis (21/5/2026).
Ia menyebut progres pemasangan CCTV dan PJU di Kecamatan Sukodono saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Seluruhnya ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2026.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan baru Pemkab Lumajang yang mulai menggeser paradigma pembangunan pada 2026. Melalui Dana Dusun, arah kebijakan tidak lagi sepenuhnya ditentukan dari atas, melainkan digerakkan dari kebutuhan nyata warga di tingkat paling bawah.
Menurut Indah, sistem keamanan berbasis teknologi memungkinkan pengawasan wilayah dilakukan lebih cepat, terukur, dan saling terhubung antar titik. Deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dinilai dapat dilakukan lebih efektif dibandingkan pendekatan konvensional.
Model keamanan ini juga menempatkan desa sebagai bagian aktif dalam menjaga lingkungan. Pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat diharapkan dapat saling terhubung dalam satu sistem pengamanan wilayah.
Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandi Siregar, yang turut mendampingi peninjauan, mengatakan integrasi CCTV dan PJU akan memperkuat pemetaan situasi keamanan di wilayah pedesaan.
“Integrasi CCTV dan PJU dapat meningkatkan efektivitas langkah pencegahan gangguan kamtibmas,” katanya.
Sebelumnya, pada pertengahan Mei, Lumajang juga ditetapkan sebagai daerah percontohan nasional program Benteng Bencana Indonesia. Peluncuran program itu ditandai dengan pelepasan Unit Mobile Museum di Lobby Kantor Bupati Lumajang, Rabu (13/5/2026).
Selain penguatan sistem keamanan, program Dana Dusun juga diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat dari sisi sosial dan ekonomi. Lumajang dinilai memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi, 12 dari 13 jenis potensi bencana di Indonesia terdapat di wilayah tersebut.







Tidak ada komentar