TB Hasanuddin Dorong Investigasi Baku Tembak Puncak: Jangan Timbulkan Keresahan, Jangan Juga Memojokkan TNI

3 menit membaca
Nandang Permana
News, Politik - 21 Apr 2026

Indoragamnewscom, JAKARTA-Insiden baku tembak di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (14/4/2026), menewaskan sedikitnya 12 warga sipil berdasarkan laporan sementara. Namun Menteri HAM Natalius Pigai menyebut korban tewas mencapai 15 orang dan 7 luka-luka.

Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta pemerintah membentuk tim investigasi gabungan untuk mengungkap fakta objektif di balik peristiwa tersebut.

TB Hasanuddin menekankan pentingnya langkah cepat dan transparan agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Namun ia juga mengingatkan agar investigasi tidak memojokkan institusi TNI tanpa dasar yang jelas.

“Harus ada tim yang benar-benar turun ke lapangan untuk memastikan apa yang sesungguhnya terjadi. Ini penting agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, tetapi juga tidak memojokkan institusi TNI tanpa dasar yang jelas,” ujar legislator PDI Perjuangan itu dalam keterangan resminya dikutip Selasa (21/4/2026).

Ia mendorong pembentukan tim investigasi yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta unsur gabungan termasuk aparat penegak hukum.

Insiden tersebut terjadi saat TNI terlibat kontak tembak dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di beberapa kampung Distrik Kembru. Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Panglima Kogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, aparat memaparkan bahwa pihak TNI dilaporkan lebih dulu diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Dari lokasi kejadian, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain senjata rakitan, amunisi, busur, parang, kapak, alat komunikasi, serta bendera OPM.

Menteri HAM Natalius Pigai, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/4/2026), mengungkapkan data berbeda. Berdasarkan rangkuman sementara, jumlah korban tewas mencapai 15 orang dengan 7 orang luka-luka.

“Sekarang ini data kami, setelah dirangkumkan dari semua sumber, dari masyarakat, dari pemda, dari aparat, dari teman-teman di lapangan, maka ditemukan 15 orang meninggal dunia dan 7 orang luka-luka,” kata Pigai.

Pigai juga menegaskan bahwa peristiwa terjadi pada siang hari dan pelaku diduga sudah diketahui oleh masyarakat setempat . Ia meminta agar kasus ini diungkap secara terang-benderang dan pelaku segera bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Puncak bersama Kogabwilhan III telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari imbas teror OPM . Pejabat sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak Nemu Tabuni mengaku terkejut dengan pemaparan dalam rapat koordinasi dan meminta semua pihak menghentikan kekerasan.

“Kita sama-sama menjaga masyarakat agar supaya masyarakat juga hidup damai, hidup sejahtera bersama anak-anak. Mereka juga bisa sekolah dengan baik,” ujarnya.

TB Hasanuddin menegaskan bahwa DPR, khususnya Komisi I, akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta keterangan dari Panglima TNI serta berkoordinasi dengan Kemenko Polhukam dan Komnas HAM.

Ia juga menyoroti perlunya akuntabilitas operasi Satgas Habema—Komando Operasi Gabungan TNI yang dibentuk untuk meningkatkan efektivitas penanganan konflik di Papua dengan pendekatan humanis sekaligus penindakan terukur terhadap kelompok OPM.

“Penegakan hukum harus berjalan, tetapi perhatian kepada korban dan keluarganya juga tidak boleh diabaikan. Negara harus hadir memberikan perlindungan dan pendampingan,” tegas TB Hasanuddin.

 

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN

IKLAN

IKLAN

INSTAGRAM

3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago
3 weeks ago

YOUTUBE

x
x
CLOSE ADS
error: Content is protected !!